Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2009

PENEMUAN MAYAT DI PERAIRAN BARITO

Sesosok mayat pria paruh baya ditemukan warga saat melintas di perairan Sungai Barito. Mayat langsung dievakuasi kepolisian perairan setempat ke rumah sakit daerah ulin untuk diautopsi.

Rabu, 09 Desember 2009

KEBAKARAN GANG ANTASARI


Musibah kebakaran menimpa warga Gang Antasari, Kelayan A Banjarmasin, di tengah guyuran hujan deras. Musibah ini mengakibatkan dua buah rumah hangus dan satu rusak ringan. Diduga kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek, setelah hujan mengguyur kawasan tersebut.

Puluhan anggota pemadam kebakaran langsung berdatangan untuk menjinakkan kobaran api yang menghanguskan rumah warga di kawasan padat penduduk tersebut

Sempitnya jalan menyebabkan hanya sebagian barisan pemadam kebakaran yang melakukan aksinya, api pun mampu dikuasai setelah dua puluh menit kemudian sejak berkobarnya api pukul tiga siang tadi.

Belum diketahui secara pasti asal mula kobaran api, namun warga menduga bersumber dari arus pendek akibat guyuran hujan waktu itu. Ledakan pun sempat didengar warga setelah api mulai berkobar hebat, diduga berasal dari kompor gas milik irai yang juga kehilangan kendaraannya akibat dilahap api, seperti yang dikatakan Kamariah kepada Banjar TV.

Kompor dan tabung gas yang diduga meledak ini pun langsung dibawa polisi untuk dianalisa lebih lanjut.

Tetangganya yang bernama Adul, juga mengalami hal serupa, sedangkan rumah milik Iwan selamat tanpa kerusakan parah akibat rumahnya yang berbahan beton.

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah yang diterima tiga Warga Gang Antasari RT. 5 Kelurahan Kelayan Dalam.

Maghfur, Rizali, Banjar TV

Kamis, 26 November 2009

EKSPEDISI MERUGI

Cuaca buruk yang terus melanda Kalimantan Selatan, berimbas terhadap meruginya perusahaan ekpedisi, yang menyalurkan barang dari pulau Jawa maupun Kalimantan Selatan.

Kerugian ini juga menimpa Lintas Jawa Group pimpinan Saut Nathan. Peringatan Badan Meteorologi Dan Geofisika kepada pengguna transportasi laut maupun udara untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang selalu berubah cepat, membuat usaha ekspedisi Lintas Jawa, harus mengurangi beban muatan hingga 15 persen dari seharusnya, untuk mengantisipasi gelombang tinggi.

Walaupun pelayaran dari Jakarta dan Surabaya ke Banjarmasin masih belum terpengaruh banyak oleh tingginya gelombang di Laut Jawa, ekspedisi Lintas Jawa tetap melakukan kebijakan pengurangan muatan, khususnya untuk jenis mobil truk besar, guna mencegah resiko lebih tinggi akibat besarnya gelombang.

Akibat pengurangan muatan inilah, perusahaan ekspedisi harus menaikkan biaya kirim dari yang seharusnya, sehingga cukup merugikan dalam situasi sekarang ini.

Akibat cuaca buruk ini, juga sempat menghantam kapal motor Marina Nusantara, angkutan barang yang seharusnya diangkut ekspedisi, terpaksa tertahan dan menumpuk di dermaga untuk sementara waktu, baik di Surabaya maupun Banjarmasin.

Perusahaan pun merasa tertolong, setelah kapal dari Semarang, mampu membantu sebagian pengangkutan barang untuk dikirim ke tempat tujuan.

Maghfur, Rizali, Banjar TV

Rabu, 25 November 2009

TRUK TERJUNGKAL


Mobil truk pengangkut garam dari pelabuhan trisakti, terbalik di badan Jalan Mayjend Soetoyo S. Mobil ini terpaksa menjungkalkan diri, dengan menabrak trotoar untuk menghindari tabrakan terhadap dua kendaraan di depannya, setelah rem yang ditekan dengan kuat, tidak mampu menghentikan laju truk.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul setengah 12 rabu kemarin berawal dari dua kendaraan saling berpapasan, yang melaju dengan kencang untuk menghindari hujan.

Semula bermaksud ingin menghindari dua pengendara sepeda motor yang datang dari arah jalan Yos Sudarso menuju jalan Soetoyo S., yang juga dalam kecepatan tinggi dan sempat menutupi pengguna lainnya, kondisi inilah yang membuat sang sopir truk harus membanting stir dan menabrakkan mobilnya ke trotoar. Meski sebelumnya sempat mengerem laju mobil, namun tidak berhasil menghentikan mobil truk yang melaju lurus cukup kencang dari arah pelabuhan trisakti.

Tiga orang mengalami luka-luka dan memar di beberapa bagian tubuhnya, ini akibat terlempar dari atas truk yang penuh tumpukan barang pada saat terbaliknya truk tersebut.

Sementara lima buruh lainnya yang selamat, tanpa mengalami luka, langsung melakukan evakuasi barang, berupa garam yang akan dikirim ke pasar sentra antasari.

Arus lalu lintas kembali normal sekitar satu jam kemudian, setelah truk yang terjungkal ditarik dan diupayakan untuk kembali pada posisinya, dengan bantuan mobil truk lainnya.

Mobil truk inipun tidak mengalami kerusakan berarti dan tetap bisa beroperasi seperti sediakala.

Maghfur, Rizali, Banjar TV

Sabtu, 07 November 2009

Pengen Punya Kamera 2

"mau gak, nih q jual sejuta setengah". Tawaran itu terus terngiang2 dalam pikiran q! Handycam MiniDV sony DCR-HC20E ditawarkan begitu murah dihadapan q! Tapi uang pun tak cukup tuk memiliki dambaan hati! ya udah q urungkan dulu niat ini!

Stelah seminggu berselang, uang gajian ke-3 cair! lebih dari satu juta q dapatkan, walaupun berkurang dari sebelumnya! Terlintas dalam benak tuk membli tu handycam, namun uangnya tetap gak sampai!

akhirnya q beranikan diri tuk menawar menjadi sejuta saja!

Tak disangka, Pa Gusti, senior q di Banjar tv, tanpa pikir panjang menerima tawaranku!

"Sejuta nah bang, cash hari ini jua" tawar q waktu itu!

bingung juga, kok mau2nya sih beliau menerima tawaran itu! ternyata nggak tega ngeliat keinginan q yang menggebu2 tuk punya kamera, ya udah dijual aja kepada ku, padahal ada tawaran sama dari tetangganya, tapi lebih memilih q untuk memiliki handycam pertamanya itu.

Tapi ternyata! musibah menimpa kendaraan q setelah pembelian kamera ini! Kendaraan Kawasaki Blitz Joy VR q terpaksa harus rawat inap untuk diopname! kacaunya semua total biaya mencapai hampir 360ribu rupiah. sedangkan gak ada uang untuk itu! untungnya mama q datang ke banjar! dan mau ngutangin tuk biaya perobatan!

kacaunya setelah itu, masih ada penyakit yang belum terobati, yakni berlubangnya saluran pembuangan kendaraan q, dan biaya juga mencapai 400 ribu rupiah! Ya Allah tolongi diriku tuk menyervis kendaraan q, karena dengan inilah hambamu ini mencari nafkah!